Pengolahan air bersih merupakan salah satu upaya manusia
untuk menjaga kualitas air. Air yang dikonsumsi oleh masyarakat harus memenuhi
syarat kesehatan karena air merupakan media paling baik untuk berkembangnya
mikroorganisme. Pengolahan air untuk memperoleh air yang memenuhi persyaratan
perlu dilakukan. Tahapan-tahapan dalam proses pengolahan air adalah
penyimpanan, penyaringan dan klorinasi (Chandra, B., 2007).
Air baku yang berupa air sungai, air hujan atau air
tanah dialirkan ke dalam bak penampung dan disimpan. Air yang disimpan
mengalami proses pemurnian secara alami yang meliputi proses fisika, kimia dan
biologis. Secara fisika partikel terlarut dengan ukuran cukup besar akan
mengendap dan terpisah dari air. Oksigen bebas dalam air digunakan oleh bakteri
aerobik untuk mengoksidasi bahan-bahan organik dan organisme patogen
berangsur-angsur mati (Chandra, B., 2007).
Penyaringan dilakukan untuk memisahkan partikel-partikel
yang tidak terendapkan selama penyimpanan. Proses penyaringan ini melibatkan
proses koagulasi, flokulasi dan sedimentasi. Koagulasi dilakukan dengan
penambahan koagulan, misal alum [Al2(SO4)3].
Tujuan flokulasi adalah untuk memperbesar ukuran gumpalan yang terbentuk dengan
cara memutar secara pelan. Sedangkan dalam proses sedimentasi terjadi
pengendapan gumpalan yang juga mengikat bakteri. Penyaringan dilakukan untuk
mengambil sisa-sisa partikel yang masih ikut dalam air (Chandra, B., 2007).
Proses pembunuhan kuman atau disinfeksi disebut
klorinasi karena yang dilakukan selama ini adalah penambahan senyawa klor, baik
berupa gas klor, senyawa hipoklorit, klor dioksida, bromine klorida ataupun
kloramin. Senyawa klor yang sering digunakan adalah kalsium hipoklorit
(Chandra, B., 2007).
Posting Komentar